Flickr Feed

LightBlog

Minggu, 29 Maret 2020

Penerimaan siswa baru

Tahun ajaran baru belum diulai tetapi kami dari sekolah Swasta SDIT luqman Al Hakim telah membuka penerimaan siswa baru untuk tahun ajaran 2020/2021, setelah  dibuka pada awal bulan maret ini dalam waktu pembukaan sekitar 2 minggu SDIt telah menerima sekitar 54 siswa dari berbagai Taman Kanak-Kanak yang tersebar dari beberapa Desa disekitar Karanganom, dari beberapa kecamatan sekitar, seperti mondokan, Gesi, Tanon dan sekitarnya.

Rabu, 21 Maret 2018

Piknik Kelas 6 di WBL

































Minggu, 22 Januari 2017

PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU

Penerimaan Peserta Didik Baru tahun pelajaran 2017/2018
sekolah dasar islam terpadu luqman al hakim sukodono membuka pendaftaran peserta didik baru untuk tahun ajaran 2017/2018 dengan kuota hanya 48 siswa.
pendaftaran dibuka pada
TANGGAL 1 - 25 Maret 2017
Observasi : 26 Maret 2017
Pengumuman : 28 Maret 2017
Daftar Ulang : 29 Maret -8 April 2017

Rabu, 10 Agustus 2016

Kegiatn Perpisahan dan WIsuda Kelas 6 tahun 2015/2016

Foto Bersama ustadz Tim Sukses Kelas 6 
Pembacaan Puisi Oleh MZKYV 
Penghayatan Yang Mengharukan

Foto DEngan Ustadzah



Jumat, 18 Maret 2016

Wisata Ke Jatim Park 1




Jatim Park 1, objek wisata modern yang penuh wahana menarik untuk dikunjungi.
Jatim Park 1 merupakan salah sati Wisata favorite bagi Keluarga jawa timur untuk berlibur menikmati wahana wahana seru di dalam Jatim Park 1, Hal ini tampaknya telah menjadikan tempat Wisata Jatim park telah banyak dikenal oleh banyak masyarakat Indonesia, hal ini karenakan selain tempatnya yang sangat menyenangkan, Wisata Jatim Park 1 juga telah disokong oleh sistem manajemen yang sangat bagus dan professional dari mulai pengelolaannya hingga promosinya.



Jatim Park 1 merupakan salah sati Wisata favorite bagi Keluarga jawa timur untuk berlibur menikmati wahana wahana seru di dalam Jatim Park 1, Hal ini tampaknya telah menjadikan tempat Wisata Jatim park telah banyak dikenal oleh banyak masyarakat Indonesia, hal ini karenakan selain tempatnya yang sangat menyenangkan, Wisata Jatim Park 1 juga telah disokong oleh sistem manajemen yang sangat bagus dan professional dari mulai pengelolaannya hingga promosinya.

 Jatim Park 1 akan memberikan pengalaman berwisata dengan keluarga yang berbeda dari yang lain serta tak akan terlupakan. Sehingga Jatim Park 1 sangatlah cocok bagi anda yang sedang merencanakan untuk berlibur bersama keluarga tercinta ataupun untuk mencari tujuan wisata sekolah yang tepat baik untuk siswa siswi SD, SMP hingga SMA maka Jatim Park 1 lah pilihan yang patut anda perhitungkan.

 Selain termasuk dalam salah satu dari daftar lokasi wisata terindah di Malang. Wisata Jatim Park 1 juga salah satu yang terlengkap di jawa timur karena mampu menyediakan sebuah tempat hiburan bagi keluarga dengan berbagai wahana dan fasilitas yang sangat lengkap. Bahkan di Jatim Park 1 terdapat kurang lebih 50 wahana seru yang sangat menarik dinikmati satu per satu oleh putra-putri anda meski dengan membayar harga tiket masuk yang cukup terjangkau bagi anda.


Lokasi atau letak dari Jatim Park 1 :

Wisata Jatim Park 1 ini berada di Jalan Kartika, Malang. Wisata Jatim Park 1 ini juga cukup strategis karena berada berdekatan dengan tempat wisata education lainnya di Malang, seperti Taman Eco Green (park), Jatim Park 2, Batu Night Spectacular (BNS)


Fasilitas penunjang di Jatim Park 1

Di objek wisata Jatim Park 1 ini terdapat banyak fasilitas yang bisa dikatakan sangat lengkap. Sehingga apabila anda berkunjung dan berwisata disini, maka anda dipastikan akan merasa nyaman dan dapat menikmati berbagai keindahan yang disajikan di tempat wisata ini.

Manfaat Berenang Untuk Anak



Kita tahu pasti semua anak kecil suka main air apalagi disuruh berlama-lama mandi sambil bermain air. Ternyata banyak kok manfaatnya bagi psikologis dan kecerdasan anak. Melewatkan liburan dengan berenang memang merupakan hal yang menyenangkan. Apalagi jika dilakukan bersama-sama anak Anda. Di balik kegiatan menyenangkan tersebut, ternyata berenang juga mampu membuat kecerdasan anak meningkat.

Sebuah penelitian di Jerman, menyatakan bahwa melatih bayi berenang sejak usia dini sangat bermanfaat bukan hanya pada perkembangan fisiknya namun juga kemampuan berkonsentrasi, gerak reflek, kecerdasan serta perilaku sosial saat mereka memasuki usia taman kanak-kanak.

Penelitian tersebut juga menyatakan bahwa anak yang telah berlatih renang sejak dini, terutama pada masa tiga bulan pertama usianya tidak hanya berpotensi menjadi anak berbakat, tapi juga lebih mandiri dan percaya diri serta menampakan kecerdasan intelektual yang lebih tinggi dibanding anak seusianya yang tidak dilatih berenang.

Sebuah proyek penelitian Universitas Griffith menganalisa lebih 10 ribu anak lima tahun ke bawah untuk mengetahui pengaruh berenang terhadap perkembangan fisik, sosial, intelektual, dan kemampuan bahasa. Seperti dilansir dari Times of India, Profesor Robyn Jorgensen mengatakan bahwa anak yang memiliki rutinitas berenang cenderung lebih percaya diri dibandingkan dengan anak seusianya yang tak memiliki rutinitas tersebut.

Penelitian ini sudah berjalan setidaknya dua tahun untuk merekam perkembangan anak-anak selama belajar berenang. “Data awal yang kami dapat memberikan kabar perkembangan cukup positif,” katanya. “Bahkan anak-anak yang ikut sekolah berenang terlihat berkembang lebih bagus dalam kehidupannya.”

Diantara manfaat renang yaitu :

    Meningkatkan IQ
Hasil penelitian di Melbourne, Australia, menunjukkan secara statistis IQ anak-anak yang diajarkan berenang sejak bayi lebih tinggi ketimbang anak-anak yang tak diajarkan berenang atau diajarkan berenang setelah usia 5 tahun. Anak-anak tersebut diukur IQ-nya ketika mereka berusia 10 tahun. Tak hanya itu, pertumbuhan fisik, emosional dan sosialnya pun lebih baik.

    Lebih mudah belajar
Penelitian lain menunjukkan, bayi lebih gampang diajarkan berenang ketimbang orang dewasa, karena bayi tak pernah memiliki faktor X semisal bahaya. Bukankah bayi belum mengerti bahaya? Lagipula, bayi sangat menyukai air sehingga ia pun akan suka diajak berenang. Nah, hal ini membuatnya jadi lebih mudah belajar berenang. Selain itu, bayi baru lahir hingga usia 3 bulan bisa langsung nyemplung ke dalam air tanpa takut tenggelam, karena pada usia tersebut, ia memiliki refleks melangkah yang banyak kegunaannya untuk berenang. “Refleks melangkah merupakan salah satu refleks yang menyertai bayi seperti halnya refleks menggenggam dan refleks berjalan,” jelas Dr. Karel Staa dari RS Pondok Indah, yang juga mantan perenang pemegang rekor 200 meter gaya dada pada 1960-1962.

    Daya tahan tubuh tinggi
Jangan takut anak akan masuk angin atau sakit bila berenang. Kalau dilakukan dengan benar, berenang justru dapat meningkatkan daya tahan anak. Gerakan yang dilakukan saat berenang akan memperlancar sirkulasi darah dan kerja organ-organ tubuhnya. Juga, otot-otot tubuhnya akan kian lentur dan kuat sehingga daya tahan tubuhnya menjadi tinggi. Keuntungan lain adalah diduga gerakan anggota badan si kecil ketika berenang akan merangsang saraf-saraf tepinya. Kalau sudah begini, saraf di otak jadi aktif.

    Membentuk kepribadian 
Berenang juga sarana tepat untuk membentuk kepribadian. Biasanya anak yang belajar berenang akan tumbuh jadi anak yang percaya diri, bahagia, mandiri, dan gampang menyesuaikan diri. Bukan cuma itu. Bermain air betul-betul membuatnya gembira.

    Menjalin kedekatan dengan anak
Dan yang paling penting adalah, kedekatan Anda dengan si kecil bisa terjalin kian erat. Semburan air dan canda ayah-ibu adalah kebahagiaan yang akan selalu melekat dalam ingatannya.


Walaupun kegiatan berenang ini bisa menumbuhkan banyak manfaat bagi anak Anda, bukan berarti Anda tidak waspada. Hal mutlak yang harus diperhatikan ketika mengajak bayi berenang adalah, buah hati Anda harus memakai pelampung atau pengaman. Dan Anda juga berada di sampingnya agar anak merasa diperhatikan dan ada interaksi antara orangtua dan anak

Mengembangkan Bakat Siswa





Banyak ajang pencarian bakat untuk anak-anak, on-air maupun off-air, digelar. Membuat para orangtua, biasanya ibu, terutama yang merasa anaknya berbakat, gelisah. Bingung antara keinginan untuk ikut mendaftarkan atau tidak. Samar antara niat mendukung bakat anak atau mengeksploitasi.
   
Kami bertemu dengan Mayke S. Tedjasaputra, seorang psikolog anak, dalam acara peluncuran ajang pencarian bakat Star Kids 2014. Menurut pakar play therapist atau cara bermain pada anak yang juga staf pengajar psikologi di Universitas Indonesia, boleh-boleh saja orangtua mengikutsertakan anak ke ajang pencarian bakat.
   
"Ajang pencarian bakat bisa memberikan pengalaman pada anak untuk mempraktikkan bidang yang dia kuasai, merasakan deg-degannya berkompetisi, juga kesempatan untuk anak belajar bersikap ketika menang maupun kalah. Apakah akan terus berjuang atau berhenti," ungkap Mayke. Namun, ada beberapa hal yang harus lebih dulu dilakukan orangtua sebelum anak mencapai tahap itu. Apa saja?

Kenali Bakat Anak
   
Sebelum terlintas pikiran untuk mendaftarkan anak ke ajang pencarian bakat tertentu, ada baiknya orang tua mengenali lebih dulu bakat atau kecerdasan anak. Ada delapan kecerdasan majemuk yang diungkap Mayke secara ringkas.

1. Bahasa
Anak biasanya sangat mudah menyerap kalimat, mengerti, dan mengingatnya. Saat berbicara pun dia sangat fasih.

2. Logika matematika
Anak mampu berpikir logis dan sangat matematis.

3. Gerak tubuh
Anak mempunyai koordinasi tubuh yang bagus atau sangat luwes bergerak, baik yang merupakan motorik kasar maupun motorik halus.

4. Visual
Anak dengan kemampuan mengamati ruang bentuk yang sangat tinggi. Biasanya gemar memainkan puzzle atau balok susun.

5. Naturalis
Anak yang sejak kecil sudah memperlihatkan ketertarikan lebih pada sesuatu yang berkaitan dengan alam, seperti nama-nama hewan, tumbuhan, bebatuan, dan sejenisnya.

6. Musikal
Anak terlihat menyenangi dan mudah mengikuti irama musik atau bebunyian.

7. Interpersonal
Anak yang mudah berkenalan dan berelasi dengan orang lain di sekitarnya. Dia juga mengetahui mood seseorang.

8. Intrapersonal
Anak dengan tipe ini sangat mengenali dirinya sendiri, apa keinginannya, apa pilihannya, serta mudah mengendalikan diri.
stimulasi dan fasilitasi
   
Perlu diketahui, bahwa tahap mengenali bakat anak tidak mungkin dicapai tanpa adanya proses stimulasi.
   
"Intinya, orang tua harus memberikan pengalaman dulu kepada anak. Sejak anak kecil, berikan pengalaman, entah itu yang berkaitan dengan olahraga atau menari, merakit, atau membacakan cerita. Nanti akan terlihat apakah anak bicaranya cepat atau tidak, hasil rakitannya bagus atau tidak," terang Mayke. "Karena ada anak yang mengingat kata per kata saja sulit, menyanyi pun fals. Pengalaman langsung akan memperlihatkan kemampuan mereka," imbuhnya.
   
Ketika sudah terlihat minat dan bakat anak, menjadi tugas orang tua untuk memfasilitasi agar kecerdasan yang dimiliki anak bisa berkembang. Kepada anak yang tertarik dengan hewan-hewan, misalnya, maka berikan buku bergambar, ajak ke kebun binatang, atau menghadiri acara-acara terkait. Kalau anak bertanya, coba berikan penjelasan, lebih daripada sekadar yang anak tanya.
   
"Karena bakat tidak terjadi begitu saja. Kalau memang ingin bakat anak bisa menjadi sesuatu, peran orang tua amat diperlukan," ujar Mayke.
   
Lalu ada kalanya mood anak naik-turun. Peran orang tua menjadi harus lebih ditingkatkan, terutama dari segi komunikasi, kasih sayang, serta sikap peka dan tanggap.
   
"Orangtua bisa mengajak anak bicara, diskusi, tentang apa yang dirasakannya. Jelaskan kepada anak, bahwa dengan terus menekuni bakatnya, maka kelak akan ada hasil yang menjadi kebanggaan diri (bukan orang tua)," urai Mayke. "Pada tahap ini, jangan sampai orang tua menjadi otoriter, jangan sampai keluar kata 'harus' kepada anak," tegasnya.

Dukungan, Bukan Eksploitasi
   
Perihal ajang pencarian bakat atau perlombaan yang bisa diikuti anak, Mayke memberi penegasan mengenai risiko eksploitasi yang sangat mungkin terjadi.
   
"Ketika orangtua hanya bisa mencecar, mencari sesuatu yang sifatnya materi (ketenaran dan uang), itulah eksploitasi," jelas Mayke. "Misalnya, anak sudah masuk waktu istirahat, tidak bisa tampil terlalu sering, tapi orangtua malah memaksa, maka itu eksploitasi karena sudah di luar kemampuan anak," lanjutnya.
   
Termasuk dalam hal ini adalah orangtua yang memaksakan bakat anak padahal jelas-jelas tidak berbakat.
   
"Dimasukkan ke sekolah musik, tapi tidak bisa-bisa – sementara anak yang lain bisa – maka jangan terus dipaksa. Jangan sampai ada perasaan takut anaknya tertinggal dari anak lain. Orang tua harus tahu di mana kapasitas anak," pungkas Mayke

Disqus Shortname

Comments system