Flickr Feed

LightBlog

Jumat, 18 Maret 2016

Wisata Ke Jatim Park 1




Jatim Park 1, objek wisata modern yang penuh wahana menarik untuk dikunjungi.
Jatim Park 1 merupakan salah sati Wisata favorite bagi Keluarga jawa timur untuk berlibur menikmati wahana wahana seru di dalam Jatim Park 1, Hal ini tampaknya telah menjadikan tempat Wisata Jatim park telah banyak dikenal oleh banyak masyarakat Indonesia, hal ini karenakan selain tempatnya yang sangat menyenangkan, Wisata Jatim Park 1 juga telah disokong oleh sistem manajemen yang sangat bagus dan professional dari mulai pengelolaannya hingga promosinya.



Jatim Park 1 merupakan salah sati Wisata favorite bagi Keluarga jawa timur untuk berlibur menikmati wahana wahana seru di dalam Jatim Park 1, Hal ini tampaknya telah menjadikan tempat Wisata Jatim park telah banyak dikenal oleh banyak masyarakat Indonesia, hal ini karenakan selain tempatnya yang sangat menyenangkan, Wisata Jatim Park 1 juga telah disokong oleh sistem manajemen yang sangat bagus dan professional dari mulai pengelolaannya hingga promosinya.

 Jatim Park 1 akan memberikan pengalaman berwisata dengan keluarga yang berbeda dari yang lain serta tak akan terlupakan. Sehingga Jatim Park 1 sangatlah cocok bagi anda yang sedang merencanakan untuk berlibur bersama keluarga tercinta ataupun untuk mencari tujuan wisata sekolah yang tepat baik untuk siswa siswi SD, SMP hingga SMA maka Jatim Park 1 lah pilihan yang patut anda perhitungkan.

 Selain termasuk dalam salah satu dari daftar lokasi wisata terindah di Malang. Wisata Jatim Park 1 juga salah satu yang terlengkap di jawa timur karena mampu menyediakan sebuah tempat hiburan bagi keluarga dengan berbagai wahana dan fasilitas yang sangat lengkap. Bahkan di Jatim Park 1 terdapat kurang lebih 50 wahana seru yang sangat menarik dinikmati satu per satu oleh putra-putri anda meski dengan membayar harga tiket masuk yang cukup terjangkau bagi anda.


Lokasi atau letak dari Jatim Park 1 :

Wisata Jatim Park 1 ini berada di Jalan Kartika, Malang. Wisata Jatim Park 1 ini juga cukup strategis karena berada berdekatan dengan tempat wisata education lainnya di Malang, seperti Taman Eco Green (park), Jatim Park 2, Batu Night Spectacular (BNS)


Fasilitas penunjang di Jatim Park 1

Di objek wisata Jatim Park 1 ini terdapat banyak fasilitas yang bisa dikatakan sangat lengkap. Sehingga apabila anda berkunjung dan berwisata disini, maka anda dipastikan akan merasa nyaman dan dapat menikmati berbagai keindahan yang disajikan di tempat wisata ini.

Manfaat Berenang Untuk Anak



Kita tahu pasti semua anak kecil suka main air apalagi disuruh berlama-lama mandi sambil bermain air. Ternyata banyak kok manfaatnya bagi psikologis dan kecerdasan anak. Melewatkan liburan dengan berenang memang merupakan hal yang menyenangkan. Apalagi jika dilakukan bersama-sama anak Anda. Di balik kegiatan menyenangkan tersebut, ternyata berenang juga mampu membuat kecerdasan anak meningkat.

Sebuah penelitian di Jerman, menyatakan bahwa melatih bayi berenang sejak usia dini sangat bermanfaat bukan hanya pada perkembangan fisiknya namun juga kemampuan berkonsentrasi, gerak reflek, kecerdasan serta perilaku sosial saat mereka memasuki usia taman kanak-kanak.

Penelitian tersebut juga menyatakan bahwa anak yang telah berlatih renang sejak dini, terutama pada masa tiga bulan pertama usianya tidak hanya berpotensi menjadi anak berbakat, tapi juga lebih mandiri dan percaya diri serta menampakan kecerdasan intelektual yang lebih tinggi dibanding anak seusianya yang tidak dilatih berenang.

Sebuah proyek penelitian Universitas Griffith menganalisa lebih 10 ribu anak lima tahun ke bawah untuk mengetahui pengaruh berenang terhadap perkembangan fisik, sosial, intelektual, dan kemampuan bahasa. Seperti dilansir dari Times of India, Profesor Robyn Jorgensen mengatakan bahwa anak yang memiliki rutinitas berenang cenderung lebih percaya diri dibandingkan dengan anak seusianya yang tak memiliki rutinitas tersebut.

Penelitian ini sudah berjalan setidaknya dua tahun untuk merekam perkembangan anak-anak selama belajar berenang. “Data awal yang kami dapat memberikan kabar perkembangan cukup positif,” katanya. “Bahkan anak-anak yang ikut sekolah berenang terlihat berkembang lebih bagus dalam kehidupannya.”

Diantara manfaat renang yaitu :

    Meningkatkan IQ
Hasil penelitian di Melbourne, Australia, menunjukkan secara statistis IQ anak-anak yang diajarkan berenang sejak bayi lebih tinggi ketimbang anak-anak yang tak diajarkan berenang atau diajarkan berenang setelah usia 5 tahun. Anak-anak tersebut diukur IQ-nya ketika mereka berusia 10 tahun. Tak hanya itu, pertumbuhan fisik, emosional dan sosialnya pun lebih baik.

    Lebih mudah belajar
Penelitian lain menunjukkan, bayi lebih gampang diajarkan berenang ketimbang orang dewasa, karena bayi tak pernah memiliki faktor X semisal bahaya. Bukankah bayi belum mengerti bahaya? Lagipula, bayi sangat menyukai air sehingga ia pun akan suka diajak berenang. Nah, hal ini membuatnya jadi lebih mudah belajar berenang. Selain itu, bayi baru lahir hingga usia 3 bulan bisa langsung nyemplung ke dalam air tanpa takut tenggelam, karena pada usia tersebut, ia memiliki refleks melangkah yang banyak kegunaannya untuk berenang. “Refleks melangkah merupakan salah satu refleks yang menyertai bayi seperti halnya refleks menggenggam dan refleks berjalan,” jelas Dr. Karel Staa dari RS Pondok Indah, yang juga mantan perenang pemegang rekor 200 meter gaya dada pada 1960-1962.

    Daya tahan tubuh tinggi
Jangan takut anak akan masuk angin atau sakit bila berenang. Kalau dilakukan dengan benar, berenang justru dapat meningkatkan daya tahan anak. Gerakan yang dilakukan saat berenang akan memperlancar sirkulasi darah dan kerja organ-organ tubuhnya. Juga, otot-otot tubuhnya akan kian lentur dan kuat sehingga daya tahan tubuhnya menjadi tinggi. Keuntungan lain adalah diduga gerakan anggota badan si kecil ketika berenang akan merangsang saraf-saraf tepinya. Kalau sudah begini, saraf di otak jadi aktif.

    Membentuk kepribadian 
Berenang juga sarana tepat untuk membentuk kepribadian. Biasanya anak yang belajar berenang akan tumbuh jadi anak yang percaya diri, bahagia, mandiri, dan gampang menyesuaikan diri. Bukan cuma itu. Bermain air betul-betul membuatnya gembira.

    Menjalin kedekatan dengan anak
Dan yang paling penting adalah, kedekatan Anda dengan si kecil bisa terjalin kian erat. Semburan air dan canda ayah-ibu adalah kebahagiaan yang akan selalu melekat dalam ingatannya.


Walaupun kegiatan berenang ini bisa menumbuhkan banyak manfaat bagi anak Anda, bukan berarti Anda tidak waspada. Hal mutlak yang harus diperhatikan ketika mengajak bayi berenang adalah, buah hati Anda harus memakai pelampung atau pengaman. Dan Anda juga berada di sampingnya agar anak merasa diperhatikan dan ada interaksi antara orangtua dan anak

Mengembangkan Bakat Siswa





Banyak ajang pencarian bakat untuk anak-anak, on-air maupun off-air, digelar. Membuat para orangtua, biasanya ibu, terutama yang merasa anaknya berbakat, gelisah. Bingung antara keinginan untuk ikut mendaftarkan atau tidak. Samar antara niat mendukung bakat anak atau mengeksploitasi.
   
Kami bertemu dengan Mayke S. Tedjasaputra, seorang psikolog anak, dalam acara peluncuran ajang pencarian bakat Star Kids 2014. Menurut pakar play therapist atau cara bermain pada anak yang juga staf pengajar psikologi di Universitas Indonesia, boleh-boleh saja orangtua mengikutsertakan anak ke ajang pencarian bakat.
   
"Ajang pencarian bakat bisa memberikan pengalaman pada anak untuk mempraktikkan bidang yang dia kuasai, merasakan deg-degannya berkompetisi, juga kesempatan untuk anak belajar bersikap ketika menang maupun kalah. Apakah akan terus berjuang atau berhenti," ungkap Mayke. Namun, ada beberapa hal yang harus lebih dulu dilakukan orangtua sebelum anak mencapai tahap itu. Apa saja?

Kenali Bakat Anak
   
Sebelum terlintas pikiran untuk mendaftarkan anak ke ajang pencarian bakat tertentu, ada baiknya orang tua mengenali lebih dulu bakat atau kecerdasan anak. Ada delapan kecerdasan majemuk yang diungkap Mayke secara ringkas.

1. Bahasa
Anak biasanya sangat mudah menyerap kalimat, mengerti, dan mengingatnya. Saat berbicara pun dia sangat fasih.

2. Logika matematika
Anak mampu berpikir logis dan sangat matematis.

3. Gerak tubuh
Anak mempunyai koordinasi tubuh yang bagus atau sangat luwes bergerak, baik yang merupakan motorik kasar maupun motorik halus.

4. Visual
Anak dengan kemampuan mengamati ruang bentuk yang sangat tinggi. Biasanya gemar memainkan puzzle atau balok susun.

5. Naturalis
Anak yang sejak kecil sudah memperlihatkan ketertarikan lebih pada sesuatu yang berkaitan dengan alam, seperti nama-nama hewan, tumbuhan, bebatuan, dan sejenisnya.

6. Musikal
Anak terlihat menyenangi dan mudah mengikuti irama musik atau bebunyian.

7. Interpersonal
Anak yang mudah berkenalan dan berelasi dengan orang lain di sekitarnya. Dia juga mengetahui mood seseorang.

8. Intrapersonal
Anak dengan tipe ini sangat mengenali dirinya sendiri, apa keinginannya, apa pilihannya, serta mudah mengendalikan diri.
stimulasi dan fasilitasi
   
Perlu diketahui, bahwa tahap mengenali bakat anak tidak mungkin dicapai tanpa adanya proses stimulasi.
   
"Intinya, orang tua harus memberikan pengalaman dulu kepada anak. Sejak anak kecil, berikan pengalaman, entah itu yang berkaitan dengan olahraga atau menari, merakit, atau membacakan cerita. Nanti akan terlihat apakah anak bicaranya cepat atau tidak, hasil rakitannya bagus atau tidak," terang Mayke. "Karena ada anak yang mengingat kata per kata saja sulit, menyanyi pun fals. Pengalaman langsung akan memperlihatkan kemampuan mereka," imbuhnya.
   
Ketika sudah terlihat minat dan bakat anak, menjadi tugas orang tua untuk memfasilitasi agar kecerdasan yang dimiliki anak bisa berkembang. Kepada anak yang tertarik dengan hewan-hewan, misalnya, maka berikan buku bergambar, ajak ke kebun binatang, atau menghadiri acara-acara terkait. Kalau anak bertanya, coba berikan penjelasan, lebih daripada sekadar yang anak tanya.
   
"Karena bakat tidak terjadi begitu saja. Kalau memang ingin bakat anak bisa menjadi sesuatu, peran orang tua amat diperlukan," ujar Mayke.
   
Lalu ada kalanya mood anak naik-turun. Peran orang tua menjadi harus lebih ditingkatkan, terutama dari segi komunikasi, kasih sayang, serta sikap peka dan tanggap.
   
"Orangtua bisa mengajak anak bicara, diskusi, tentang apa yang dirasakannya. Jelaskan kepada anak, bahwa dengan terus menekuni bakatnya, maka kelak akan ada hasil yang menjadi kebanggaan diri (bukan orang tua)," urai Mayke. "Pada tahap ini, jangan sampai orang tua menjadi otoriter, jangan sampai keluar kata 'harus' kepada anak," tegasnya.

Dukungan, Bukan Eksploitasi
   
Perihal ajang pencarian bakat atau perlombaan yang bisa diikuti anak, Mayke memberi penegasan mengenai risiko eksploitasi yang sangat mungkin terjadi.
   
"Ketika orangtua hanya bisa mencecar, mencari sesuatu yang sifatnya materi (ketenaran dan uang), itulah eksploitasi," jelas Mayke. "Misalnya, anak sudah masuk waktu istirahat, tidak bisa tampil terlalu sering, tapi orangtua malah memaksa, maka itu eksploitasi karena sudah di luar kemampuan anak," lanjutnya.
   
Termasuk dalam hal ini adalah orangtua yang memaksakan bakat anak padahal jelas-jelas tidak berbakat.
   
"Dimasukkan ke sekolah musik, tapi tidak bisa-bisa – sementara anak yang lain bisa – maka jangan terus dipaksa. Jangan sampai ada perasaan takut anaknya tertinggal dari anak lain. Orang tua harus tahu di mana kapasitas anak," pungkas Mayke

Outbound Siswa-siswi SDIT Luqman Al Hakim Sukodono



Kegiatan mengisi liburan tidak terbatas mengunjungi tempat-tempat wisata. Ingin liburan yang menantang
bagi si kecil, cobalah outbound. Outbound merupakan kegiatan liburan di alam terbuka dengan berbagai macam permainan. Serunya outbound karena dilaksanakan beramai-ramai. Anak punya kesempatan mendapat teman baru. Outbound dapat mengajarkan anak berbaur (beradaptasi) dan berinteraksi dengan teman sebaya atau teman yang berbeda usia darinya. Bukan hanya itu, outbound juga dapat mengembangkan aspek motorik (pergerakan otot-otot) dan kognisi (cara berpikir).

Beberapa manfaat outbound bagi anak, di antaranya:

1. Menumbuhkan kepercayaan diri
Outbound dapat meningkatkan kepercayaan diri anak karena aktivitas outbound penuh dengan tantangan, misalkan flying fox (meluncur dari ketinggian tertentu dengan bantuan tali dan katrol) atau menyeberangi dari satu pohon ke pohon lain dengan menggunakan tambang. Mungkin anak-anak akan merasa takut pada awalnya, tetapi saat mereka dapat melalui tantangan demi tantangan, akan memunculkan rasa kebanggaan pada diri anak.

2. Melatih kemampuan sosial
Beberapa kegiatan outbound ada yang memerlukan kerja sama antartim. Outbound dapat memberi kesempatan bagi anak-anak untuk berkomunikasi dan berkoordinasi satu sama lain.

3. Meningkatkan kemandirian
Orangtua tidak campur tangan saat mengikuti outbound. Ketika ada tantangan atau persoalan, anak harus dapat melaluinya dengan caranya sendiri. Bagi anak-anak yang cenderung dependen (tergantung) atau manja, outbound akan melatih mereka untuk bisa mengandalkan diri mereka sendiri.

4. Melatih kemampuan memecahkan masalah
Beberapa permainan outbound memerlukan ketangkasan. Anak harus dapat kreatif dan berpikir bagaimana ia dapat menyelesaikan permainan ini.

5. Melatih motorik anak
Aktvitas outbound karena dilakukan di alam terbuka, pastinya memerlukan banyak unsur pergerakan fisik, seperti memanjat, berlari, menarik, atau mendorong. Outbound juga dapat melatih keseimbangan tubuh anak-anak.

6. Menumbuhkan rasa cinta pada alam
Karena dilaksanakan di alam terbuka, outbound memberi kesempatan bagi anak-anak untuk bersentuhan dengan alam.

Banyak sekali manfaat outbound yang lainnnya bagi anak. Untuk orangtua pun, orangtua dapat mengamati bagaimana perilaku anak mereka saat bermain dengan teman-teman yang baru dikenalnya. Orangtua tidak hanya dapat mengetahui kecerdasan intelektual anak, tetapi juga kecerdasan emosionalnya.

Selasa, 15 Maret 2016

Latih Anak Kelola Uang Saku


Tidak selamanya anak mendapatkan uang dari Anda. Melalui pemberian uang saku, anak juga bisa belajar mengelola keuangan. Apa saja yang harus diperhatikan dalam memberikan uang saku untuk anak?

Tujuan pemberian uang saku untuk anak adalah sebagai media pembelajaran anak supaya ia dapat mengelola keuangan dengan benar. Anak-anak tidak akan paham bila orang tua hanya memberikan teori mengelola keuangan. “Uang saku merupakan simulasi sebelum ia dewasa dan mengelola keuangan dalam arti sesungguhnya,” ujar Mike Rini Sutikno, Perencana Keuangan di MRE Financial & Business Advisory. 

Ketika balita, simulasi dapat diberikan dengan mengajak anak bermain pasar-pasaran. Berperan menjadi penjual dan pembeli, dapat membantu anak memahami konsep bahwa uang dapat mempunyai nilai tertentu dan dapat digunakan sebagai alat tukar.

Seiring dengan perkembangannya, anak  membutuhkan bentuk simulasi lebih nyata. Pemberian uang saku juga dapat menjadi akses ilmu bagi anak untuk dapat mengambil keputusan bagaimana ia mengelola dan menggunakan uang yang ia miliki.

Apa saja yang perlu Anda perhatikan dalam memberikan uang saku untuk anak?

1. Berikan uang saku sesuai dengan tahapan usia.
Semakin besar usia anak, pasti akan semakin besar juga uang saku yang harus diberikan. Anak dengan usia lebih besar juga pasti membutuhkan lebih banyak asupan makanan sehingga ia butuh uang saku lebih banyak.

2. Jauh dekatnya jarak antara sekolah dan rumah.
Anak yang datang dan pergi sekolah bersama dengan orangtuanya pasti akan berbeda jumlah uang sakunya bila dibandingkan dengan anak yang harus menggunakan transportasi umum dalam menempuh perjalanannya.

3. Aktivitas apa saja yang diikutinya.
Anak yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler atau organisasi lainnya membutuhkan uang saku ekstra. Selain untuk tambahan uang makan, Anda juga wajib memperhatikan apakah dalam kegiatan organisasinya tersebut ada semacam uang kas, patungan untuk mengadakan kegiatan lainnya. Jangan sampai si kecil tidak membayar ‘kewajibannya’ ya , Ma.

4. Perhatikan juga berapa jumlah didapatkan oleh teman-teman seusianya. Jangan sampai anak menerima jumlah yang terlalu besar, jangan juga terlalu sedikit. Hitunglah jumlah yang sesuai dengan kebutuhan anak.

Agar Anak Semangat Mengerjakan PR


Bukan hal yang asing jika anak-anak yang sekolah seringkali diberikan pekerjaan rumah alias PR oleh guru mereka di sekolah.

Tak lain tak bukan, tujuan para guru dalam memberikan pekerjaan rumah pada anak-anak didikknya adalah semata sebagai tugas tambahan untuk mengontrol agar anak tetap bisa belajar dan setidaknya mengingat pelajaran yang baru saja dibahas di sekolah. Sayangnya, tumpukan tugas dari sekolah ini seringkali membuat anak merasa tertekan dan stress apabila tidak ada dukungan dan pemahaman yang tepat kepada anak-anak. Hal inilah yang akhirnya memicu anak-anak enggan menyelesaikan pekerjaan rumahnya.

Namun tahukah ibu, pemberian tugas atau pekerjaan rumah dari sekolah rupanya bukan hanya menolong anak untuk mengenal mata pelajaran yang baru saja dipelajarinya disekolah. Namun juga merupakan salah satu cara untuk dapat mengembangkan rasa tanggung jawab pada diri si anak itu sendiri. Yang mana ini berarti dengan mengerjaka PR, anak akan belajar bagaimana caranya mengatur dan mengalokasikan waktunya dirumah dengan tugas yang diberikan dari sekolah. Semua hal tersebut juga merupakan suatu keterampilan yang amat dibutuhkan anak untuk bekal dikehidupannya kelak, yang mana managemen waktu yang baik adalah bagian dari kunci sebuah keberhasilan.

Lewat PR, anak-anak juga akan mendapatkan pengalaman belajar yang lebih positif. Tentunya, sebagai orang tua, kita dituntut untuk sebisa mungkin mendukung, bukan membantu sepenuhnya ketikan anak mengerjaan pekerjaan ini. Adalah tugas orangtua dalam membimbing dan mengarahkan anak sewaktu mereka mengerjaan pekerjaan rumahnya.

Sayangnya, tidak sedikit anak yang masih merasa terbebani dengan pekerjaan rumah dari sekolah dan sewaktu mereka dihadapkan untuk mengerjakan hal ini, mereka akan terlihat frustasi dan banyak diantaranya malah terlihat rewel sewaktu hendak menyelesaikan PR nya. Alhasil, kita sebagai orangtua dibuat bingung, dimana disatu sisi kita merasa tidak tega dan disisi lain adalah kewajiban anak dalam menyelesaikan pekerjaan rumah.

Nah, jika sudah begini yang ada orangtua juga menjadi bingung bagaimana menghadapi anak yang demikian. Nah, untuk itulah, mendongkrak semangat belajar anak dalam menyelesaikan pekerjaan rumahnya mungkin menjadi satu-satunya solusi bagi ibu untuk bisa membuat anak semangat mengerjakan pekerjaan rumah yang dimilikinya. Ketika semangat anak membara untuk mengerjakan pekerjaan rumah, maka segala hal akan lebih mungkin dilakukannya ketimbang hanya rewel dan terlihat frustasi.

Lantas seperti apa sih, memotivasi semangat anak agar mereka mampu menyelesaikan pekerjaan rumahnya? Yuk, kita simak tips dibawah ini.
1. Berikan Suasana yang Nyaman

Tugas yang menumpuk yang didapatkan anak dari sekolah bisa jadi sudah begitu membebaninya. Jika ditambah dengan suasana rumah yang tak menyenangkan seperti gaduh dimana-mana, ibu yang berteriak-teriak atau malah membebani anak dengan banyak pekerjaan lain untuk membantu ibu, sudah pasti hal ini malah akan semakin membuat anak tertekan dan hasilnya anak malah akan semakin menunda-nunda menyelesaikan pekerjaan rumah yang ia dapat dari sekolah dengan alasan telah terlebih dahulu lelah dengan tugas yang ibu berikan.

Untuk itulah, sebisa mungkin upayakan anak agar mendapatkan suasana rumah yang menyenangkan. Sewaktu ibu membutuhkan bantuan mereka, namun saat yang bersamaan anak tengah disibukan dengan buku dan peralatan sekolahnya. Alangkah lebih baik jika ibu mengurungkan niatan untuk meminta bantuan mereka. Sebaliknya, mintalah anak untuk melanjutkan pekerjaan rumahnya dan berikan kata-kata yang bisa memotivasi anak agar semakin giat menyelesaikannya. Ketika suasana rumah nyaman, maka stres yang ada dalam diri anak bisa lebih diredam.
2. Jangan Biarkan Anak Belajar dengan Perut Kosong

Salah satu faktor stres dan kesulitan belajar pada diri anak bisa jadi dipengaruhi karena perut anak dalam keadaan kosong. Untuk itulah, sewaktu anda mendapati ekspresi anak yang tertekan ditengah waktu waktu belajarnya, maka mintalah anak untuk istirahat sejenak dan makan. Ingatkan anak untuk mengisi perutnya agar semangat mereka bisa kembali hadir sehingga kegiatan mengerjakan PR dirumah bisa menjadi lebih tenang dan lebih nyaman.
3. Jangan Menyatpami Anak

Hanya karena anda ingin memastikan jika anak bisa menyelesaikan pekerjaan rumahnya dengan baik dan sempurna, anda lantas terus berdiri sepanjang anak mengerjakan PR-nya dengan melipat tangan didada seolah seperti seorang satpam atau petugas. Percayalah, bukan membuat anak dapat lebih mudah menyelesaikan pekerjaan rumahnya, hal ini malah akan membuat konsentrasi mereka buyar karena merasa tegang.

Sebaiknya, percayalah pada anak anda dan tanyakan pada mereka apakah mereka sudah selesai mengerjakannya atau belum, dan mintalah mereka untuk tidak segan meminta bantuan anda saat mereka benar-benar merasa tidak mampu menyelesaikannya. Nah, dengan begini anda akan dapat mengontrol apakah mereka menyelesaikan dengan keseluruhan atau tidak.
4. Tengok Sesekali

Dalam rangka memastikan jika anak anda mengerjakan dan menyelesaikan pekerjaan rumahnya dengan baik. Maka tidak ada salahnya jika anda menengok mereka sesekali. Namun ingat, jangan terlalu sering, atau pada akhirnya anda akan berakhir seperti poin diatas dengan menyatpami mereka. Tengoklah anak-anak sesekali, jika memungkinkan pastikan jika mereka tidak menyadari bahwa anda tetap mengontrolnya. Dengan begini, anda akan tetap dapat memastikan anak-anak tetap mengerjakan PR nya dan berusaha menyelesaikannya dengan baik.
5. Pujilah Pekerjaan dan Kerja Keras Mereka

Memuji pekerjaan anak-anak dan kerja keras mereka dalam mengusahakan sesuatu akan membuat mereka seolah dihargai dengan baik. Ketika anak-anak merasa dihargai, maka akan secara otomatis mereka akan berusaha lebih keras lagi.

Untuk itulah, tidak ada salahnya ketika anak mendapatkan nilai ujian atau quis yang baik dengan skor yang tinggi, tempelkan nilai ulangan ini didepan pintu kulkas atau puji anak atas kerja kerasnya. Atau juga anda bisa melakukan hal lain seperti memasakan anak makanan kesukaannya. Dengan begini, selain mereka merasa senang, hal ini juga akan membuat mereka merasa temotivasi untuk melakukan yang lebih baik dari sebelumnya.
6. Berikan Contoh yang Baik

Ketika anda mengharapkan anak-anak bisa menjadi rajin dan mampu mengerjakan semua tugas yang menjadi kewajibannya. Maka, sebaiknya jadilah contoh yang baik. Anak-anak akan dengan mudah menjadi seorang yang baik, jika orangtua mereka adalah teladan yang sempurna untuk mereka. Begitupun sewaktu anak mengerjakan PR nya, jika mereka melihat orangtuanya rajin, maka tidak ada alasan untuk anak-anak menjadi malas-malasan. Apalagi jika mereka mengetahui latarbelakang pendidikan ayah dan ibunya selalu cemerlang, hal ini akan secara otomatis memotivasi anak untuk setidaknya bisa sama seperti ayah dan ibunya.

PR yang didapatkan anak-anak dari sekolah seringkali membuat anak merasa tertekan dan stres. Namun dilain sisi, ini juga menjadi kewajiban untuk mereka selesaikan. Nah, dengan demikian memacu semangat anak untuk bisa menyelesaikan tugasnya adalah solusi terbaik. Tips diatas diharapkan mampu membantu ibu membuat anak-anak agar mau menyelesaikan pekerjaan rumahnya dengan baik.


Cara Memuji Anak Dengan Benar



Banyak orang tua yang belum memahami pentingnya memberikan pujian kepada anak dengan cara, tempat, dan waktu yang tepat. Orang tua sering memberikan pujian yang sifatnya hanya terdengar menyenangkan anak saja tanpa alasan atau justifikasi yang jelas. Atau sebaliknya hanya memberikan pujian jika anak menjadi juara pertama dalam suatu kompetisi yang diikutinya. Usaha-usaha tersebut pada akhirnya tidak akan membantu perkembangan anak yang optimal.

Orang tua mungkin harus setuju dengan pendapat para ahli psikologi dan pendidikan anak yang menekankan pentingnya memberikan pujian bagi anak dengan tepat. Karena usaha tersebut akan sangat membantu dalam hal mengembangkan rasa penghargaan anak terhadap diri sendiri, memotivasi anak untuk selalu berusaha lebih baik lagi, juga mengembangkan perilaku positif anak. Sebaliknya memberikan pujian dengan cara yang kurang tepat akan menurunkan penghargaan anak terhadap diri sendiri atau membuat mereka menjadi tergantung terhadap pujian, dan menurunkan motivasi anak.

Menurut Elizabeth Hartkey-Brewer dalam Raising and Praising Boys (2005), memberikan pujian kepada anak sebaiknya merupakan bagian penting dalam pola asuh. Karena memberikan pujian merupakan dasar penting dalam usaha orangtua mengembangkan anak sehingga mereka menjadi individu yang menghargai diri sendiri. Selain itu, juga mendorong anak bermotivasi tinggi, dan selalu melakukan hal terbaik dalam hidupnya baik untuk dirinya sendiri maupun lingkungannya,

Menurut Michael Grose, parenting educator, dalam memberikan pujian orang tua harus fokus dalam hasil pencapaian akhir yang telah dilakukan anak dan pujilah anak dengan cara efektif. Riset jangka panjang yang telah dilakukan di Inggris menunjukkan bahwa ada hubungan positif antara memberikan pujian secara tepat dengan penghargaan diri anak yang tinggi (high self-esteem).

Goleman juga mengatakan bahwa 90 persen keberhasilan kinerja seseorang ditentukan Emotional Inteligence (EI) dalam hal ini adalah kemampuan untuk bekerjasama dan membina hubungan baik dan empat persen ditentukan oleh kemampuan teknis atau akademis. Disamping itu Gardner juga mengatakan bahwa kebanyakan orang dengan IQ 160 bekerja untuk orang dengan IQ 100. Hal yang perlu dicermati dan diambil maknanya dalam hal ini adalah bahwa kemampuan bekerjasama dan membina hubungan lebih menentukan keberhasilan seseorang kelak dibandingkan dengan hal yang berkaitan dengan kepandaian intelektualnya. Peranan orang tua dan lingkungan keluarga merupakan faktor penting yang menentukan kemampuan anak untuk bekerja sama untuk keberhasilannya kelak.


5 cara penting memberikan pujian yang tepat kepada anak:

    Puji anak dengan cara realistis. Berikan pujian pada anak yang menekankan sisi positif atau perilaku positif yang menjadi kekuatan anak. Beri pula masukan pada anak tentang hal yang sebaiknya mereka perbaiki. Pujian secara realistis, misalnya :
    a. ”Wah gambar langit kamu sangat indah karena kombinasi warnanya sangat bagus!” (Benar)
    b. “Gambar kamu sangat bagus Nak!” (Salah)
    
Anak yang diberi pujian pertama akan belajar untuk selalu melakukan hal yang lebih baik lagi dibanding pujian kedua.
    
Fokuskan pujian pada bakat atau minat yang disukai anak. Jika anak menyukai balet, menari, menyanyi, berenang atau bermain bola, pujilah setiap pencapaian yang telah diperolehnya. Hal ini akan mempengaruhi usaha anak untuk lebih lagi pada bidang-bidang lainnya. Pujian yang tepat akan membantu pengembangan sisi emosi positif anak. Puji anak dengan cara efektif. Hal ini merupakan gabungan ketiga hal:
    
a. Tunjukkan persetujuan Anda. Gunakan kata-kata dan tindakan yang menunjukkan bahwa Anda puas dengan pencapaian anak, seperti dengan mengacungkan jempol dan memeluk anak.
   
 b. Berikan dengan cara positif. Memberikan pengertian kepada anak mengapa dia berhak untuk men
dapatkan pujian. Pujilah anak dengan singkat dan langsung. Misalnya :”Terima kasih Nak, kamu telah membereskan tempat tidur tadi pagi”.
    
c. Berikan alasan. Memberikan pujian dengan menghubungkan perilaku anak dengan hasil akhir atau konsekuensi. Misalnya “Nak, dengan memberes kan tempat tidur tadi pagi, kamu telah membantu Bunda dapat datang tepat waktu di kantor.“
    
Pujilah usaha anak. Yang terpenting tidak hanya memberikan pujian ketika anak memperoleh hasil terbaik. Tapi, puji anak untuk setiap perkembangan dan usaha baik yang mereka lakukan.
    
Jangan pernah membandingkan anak. Jika hal ini dilakukan akan membuat anak menjadi demotivasi dan bisa menurunkan penghargaan anak terhadap dirinya sendiri. Anak merasa tak dihargai atau dicintai. Pastikan anak melakukan sesuatu karena dia menyukainya, bukan karena ingin mengalahkan temannya. Atau ingin menunjukkan bahwa dia lebih pintar dari teman atau saudara sekandungnya.
    
Membuat kesalahan bagian dari proses belajar: Pastikan bahwa Anda memahami perasaan kecewanya dan tekankan bahwa kegagalan tersebut merupakan bagian dari proses belajar. Yang terpenting anak telah melakukannya dengan baik. Berikan contoh atau pengalaman orang-orang terkenal yang melakukan segalanya dari bawah dan gigih dalam menggapai apa yang dinginkannya.

Tips Mengembangkan Kreativitas Anak Usia Dini


Kreativitas anak usia dini adalah kreativitas alamiah yang dibawa dari sejak lahir dan merupakan kemampuan untuk menghasilkan pemikiran-pemikiran yang asli, tidak biasa, dan sangat fleksibel dalam merespon dan mengembangkan pemikiran dan aktivitas. Kreativitas alami seorang anak usia dini terlihat dari rasa ingin tahunya yang besar. Hal ini terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada orang tuanya terhadap sesuatu yang dilihatnya. Adakalanya pertanyaan itu diulang-ulang dan tidak ada habis-habisnya. Selain itu, anak juga senang mengutak-atik alat mainannya sehingga tidak awet dan cepat rusak hanya karena rasa ingin tahu terhadap proses kejadian. Kreativitas anak dapat dikembangan dengan cara-cara di bawah ini:
a.    Dengan bermain
     Bermain adalah awal dari perkembangan kreativitas, karena dalam kegiatan yang menyenangkan itu, anak dapat mengungkapkan gagasan-gagasan secara bebas dalam hubungan dengan lingkungannya. Oleh karena itu kegiatan tersebut dapat dijadikan dasar dalam mengembangkan kreativitas anak.

b.    Melatih kemampuan otak kanan
     Yaitu dengan cara mengajak anak-anak  bernyanyi,  berpuisi, menggambar,  dan  berbagai   macam  kegiatan kreatif lainnya, agar kemampuan otak  kanan dapat bekerja  dengan lebih  optimal.  Di sekolah,  biasanya anak-anak akan lebih cenderung menggunakan otak  kiri,  dan  bila kemampuan otak kanan dan kiri bisa bekerja dengan baik dan seimbang,  maka anak-anak  tidak hanya akan berpeluang mendapatkan prestasi  di bidang  akademis saja,  melainkan bisa meraih prestasi-prestasi  di bidang yang  lain, misalnya kesenian.

c.    Berkreasi setiap hari
     Kita bisa mengajarkan anak untuk membuat sesuatu yang kreatif, misalnya dengan  menggambar,  melipat  kertas,  bermain game, bermain permainan-permaian edukatif,  bernyanyi,  bercerita, dan masih banyak lagi.

d.    Beri anak pengalaman baru
     Berikanlah waktu khusus untuk anak dengan mengajaknya ke tempat-tempat yang belum pernah dikunjunginya seperti museum, kebun binatang dan taman rekreasi. Hal-hal baru ini dapat meningkatkan atau merangsang imajinasi anak sehingga krativitas anak semakin meningkat.

e.    Meningkatkan perbendaharaan kata pada anak
     Semakin  tinggi   perbedaharaan kata  anak,  maka seorang  anak akan menjadi  lebih mudah  dalam memahami  seseuatu. Misalnya dengan kegiatan membaca, mendongeng, bercerita pengalaman, tanya jawab, bernyanyi, dsb.

f.    Melatih kemampuan mendengar anak
     Misalnya, dengan menggunakan Tape dan Laoudspeaker. Alat-alat tersebut bisa  digunakan untuk melatih kemampuan mendengar anak-anak dalam  belajar bahasa  Inggris. Agar indera pendengaran  bisa  terlatih dengan baik,  lebih baik kita sering-sering  mengajak anak untuk mendengarkan lagu atau cerita, lalu menanyakan hal-hal yang berhubungan dengan lagu atau  cerita tersebut , misalnya dengan cara tebak-tebakan.

g.    Sediakan fasilitas yang mendukung kreativitas anak
     Misalnya mainan bongkar pasang, balok susun, puzzle. Ketika bermain permainan ini, anak akan masuk pada imajinasinya sendiri. Hal ini akan sangat merangsang proses berfikir dan kreativitas anak.

Tips Cerdas Memotivasi Anak

Motivasi merupakan hal yang begitu penting. Sebab bersama dengan motivasi, seseorang akan terpacu untuk meraih dan menggapai prestasi dalam hidupnya. Berbeda dengan orang dewasa yang dapat dengan mudah mengatasi kurangnya motivasi, anak-anak memiliki kesulitan yang cukup besar dalam mendapatkan inspirasi jika tidak ada dorongan atau motivasi dari orang tertentu yang dapt mereka percayai.

Anda mungkin pernah mendapati anak anda mendapatkan nilai yang tidak diharapkan padahal anda tahu anak anda bisa mendapatkan nilai yang lebih baik. Kekhawatiran seperti ini dapat dimengerti, mengingat kenyataan setiap orangtua yang selalu menginginkan dapat memberikan anak mereka masa depan yang lebih baik serta pendidikan yang lebih tinggi agar nantinya ia bisa mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuannya.

Lantas apa yang akan terjadi jika anak anda mengalami malas belajar? kekhawatiran kondisi anak yang malas dapat berlanjut mungkin akan terus menghantui anda setiap saatnya. Untuk itu satu-satunya cara agar anak mau belajar adalah peran orang tua yang dapat mengupayakan segala cara agar semangat anak untuk belajar bisa kembali hadir. Cara memotivasi anak biasanya berbeda-beda, tergantung bagaimana pola didik orangtuanya.
Nah, berikut ini ada beberapa tips cerdas yang bisa dilakukan orangtua untuk memotivasi anaknya agar mau belajar.

1. Kenali Karakter Anak

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengenali terlebih dahulu karakter anak anda sehingga anda mengetahui hal tepat apa yang dapat memotivasi anak serta cara apa yang dapat berimbas sebaliknya. Sama halnya seperti ketika kita menggunakan pendekatan yang perbeda untuk mengajar anak-anak yang berbeda, dengan mencari cara yang sama apa yang dapat memotivasi dan menyatukan anak. Apabila dan mengetahui gaya belajar yang paling sesuai dengan anak anda, maka anda akan lebih mudah dalam menumbuhkan semangat dan motivasi belajar pada anak. Jika anda mendapati anak yang tidak mau belajar atau mengalami masalah terhadap pemahaman, maka anda bisa mendampingin anak utnuk bersama-sama menyelesaikan masalah tersebut, hingga pada akhirnya anak mengerti dan memiliki keinginan menyelesaikan masalah lain dengan sendirinya.

2. Libatkan Permainan Dalam Belajar

Trik yang satu ini tentunya akan penting untuk anak-anak kecil. Umumnya konsentrasi anak-anak hanya akan berlangsung selama 10 sampai 15 menit dan setelah itu anak-anak cenderung akan mudah lelah. Itulah mengapa memikirkan permainan dan cara yang lebih bervariatif haruslah di perhatikan agar anak tidak mudah bosan dan teralihkan dengan hal lain selain daripada berkonsentrasi dengan pelajarannya. Cobalah menggunakan alat tulis bergambar dengan warna-warni yang menarik, hal ini bertujuan untuk menarik perhatian anak anda, namun sebaiknya pastikan jika anda memberikam jeda dari waktu ke waktu agar anak anda tidak mudah bosan. Cara lain untuk membangun minat anak dalam belajar adalah dengan melibatkan game atau permaianan sederhana dalam belajar, dengan begitu minat anak akan menjadi lebih tinggi.

3. Hargai Prestasi Anak

Jika orang dewasa bekerja untuk mendapatkan pernghargaan berupa gaji, hal ini merupakan motivasi yang baik untuk siapa saja, itupula yang terjadi dengan anak-anak. Tidak ada salahnya memberikan reward atau penghargaan terhadap setiap prestasi yang telah didapatkan oleh anak, dengan demikian anak akan merasa terpacu untuk melakukan hal yang lebih baik dan lebih baik lagi. Penghargaan yang diberikan tidak harus melulu berupa hadiah atau barang-barang yang diinginkan anak. Sebuah pujian juga akan membuat anak merasa dihargai. Untuk itu, berikan pujian setiap kali anak berhasil melakukan sesuatu dengan baik.

Itulah dia beberapa tips pintar dalam memotivasi anak agar mau belajar. Semangat anak dalam belajar tentu akan berpengaruh terhadap hasil dan prestasi yang dicapainya. Untuk itu, memberikan dukungan dan motivasi akan sangat dibutuhkan oleh anak.


Disqus Shortname

Comments system